0



Pada dirinya yang mulia sumber teladan bagi setiap manusia yang berusaha menggapai ridha-Nya. Terpesona pada kehidupannya yang tak akan pernah habis dan puas di reguk oleh hamba-hambaNya yang merindukan surga-Nya.Sampai masalah kehidupan pribadinya pun begitu indah mempesona. Ia memberi teladan bagi para suami tentang arti cinta dan kesetiaan pada pasangannya yang sesungguhnya. Cinta itu tak kan pernah lekang oleh ruang dan waktu yang di lewati manusia. Walau sang belahan jiwa tercinta telah keharibaan-Nya. Tapi cinta itu tetap membara di dalam dadanya yang suci dan mulia. Bila ia teringat pada sang kekasihnya tercinta yang telah tiada, bibirnya yang mulia tak kan jemu senantiasa menyebut namanya ,memujinya dan memintakan ampunan untuknya. Adakah para suami istri berhasrat untuk meneladani cinta dan kesetiaannya?

Duhai, para suami,…junjunganmu memberikan contoh yang sangat istimewa dan mulia. Tentang kisah cinta dan kesetiaannya yang telah disaksikan oleh istri-istrinya yang lain dan para sahabatnya yang mulia. Generasi seterusnya dan para ulamapun membukukannya dalam tulisan mereka. Sehingga kisah ini bukanlah dongengan ataupun khayalan semata. Akan tetapi ia nyata adanya dan bagi orang yang ingin menirunya tentu pahala menantinya. Tidakkah hatimu tergerak untuk mewujudkannya?

Rasulmu tercinta yang amat sangat mencintai umatnya adalah sangat menghargai jasa istrinya. Bukti penghargaan beliau ini diwujudkan dengan tidak menikahnya beliau dengan wanita lain ketika Khadijah radiyallahu anha masih hidup mendampinginya. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari jalan Az-Zuhri dari Urwah radiyallahu anhu bahwa Aisyah radiyallahu anha berkata:

“Nabi Shalallahu alaihi wassalam tidak menikahi wanita lain sampai khadijah wafat”1

Hal ini tidak diperselisihkan di kalangan ahli ilmu dan sejarawan yang menunjukkan betapa agungnya kedudukan khadijah radiyallahu anha dalam hati beliau, tidakkah engkau memikirkannya?

Wahai para istri,…mengapa sangat agung kedudukan Khadijah radiyallahu anha dalam hati beliau shalallahu alaihi wassalam?Karena ia telah memberikan pengorbanan dan jasa yang sangat besar dalam kehidupan suaminya tercinta.Ia tak kenal lelah dan letih begitu setia mendampingi Rasulullah shalallahu alaihi wassalam dalam berdakwah mengenalkan islam pada masyarakat Quraisy waktu itu, sehingga sang suami mendapat berbagai cobaan, ujian dan kesulitan dalam hidupnya. Ia korbankan harta bendanya untuk sang suami tercinta di jalan dakwahnya, memberikan dukungan, ketenangan dan kasih sayang yang melimpah ruah dalam rumah tangganya.Mendidik anak-anak beliau sehingga menjadi penyejuk mata bagi keduanya.Inilah sosok istri teladan yang patut bagi setiap muslimah untuk mencontohnya dan mempersembahkannya untuk suami tercinta sehingga rumah tangga setiap muslim menjadi kokoh dan kuat bangunannya.Wajarlah bila Allah Azza wa jalla memberikan kabar gembira atas jasa-jasa beliau ini berupa istana di surga.Dari Abu Hurairah radiyallahu anhu bahwa suatu ketika malaikat Jibril mendatangi Rasulullah shalallahu alaihi wassalam dia berkata :

”Wahai Rasulullah, itu Khadijah telah datang membawa makanan atau minuman. Kalau sudah tiba, sampaikan salam kepadanya dari Allah dan dariku, dan berilah kabar gembira bahwa telah di sediakan untuknya sebuah istana di surga yang terbuat dari intan permata dan di istana tersebut tidak ada keributan maupun keletihan”2

Selain itu atas jasa besar Khadijah radiyallahu anha yang sangat tulus dalam memperjuangkan islam akhirnya beliaupun berhak menyandang gelar sebagai wanita yang terbaik pada umat ini. Dari Ali bin Abu Thalib Radiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shalalahu alaihi wassalam bersabda:

“Wanita mereka yang terbaik adalah Maryam (yakni kepada umat yang didalamnya terdapat Maryam)dan wanita umat ini yang terbaik adalah Khadijah “3

Bukankah Allah sangat cepat hisabnya wahai saudariku,…Tidaklah Dia membalas kebaikan melainkan dengan kebaikan bahkan yang berlipat ganda, dan tidakkah kita ingin meraihnya?

Untuk para suami yang berusaha membahagiakan sang istri tercinta,…walau Khadijah radiyallahu anha telah tiada penghormatan beliau padanya tetap seperti di masa hidupnya . Beliau senantiasa memberikan hadiah pada kerabat dan kawan-kawan istrinya sebagai bukti nyata cinta beliau bukan hanya isapan jempol belaka.Sehingga perbuatan beliau ini membuat Aisyah radiyallahu anha sangat cemburu, Aisyah berkata :

“Aku tidak pernah cemburu kepada satupun diantara istri-istri Rasulullah shalallahu alaihi wassalam seperti cemburuku kepada Khadijah. Aku tidak melihatnya, akan tetapi Rasulullah sering menyebut namanya. Terkadang beliau menyembelih kambing, lalu memotong-motongnya, kemudian membagi-bagikannya kepada kawan-kawan Khadijah.Pernah aku berkata pada beliau, ‘Seolah-olah tidak ada perempuan lain di dunia ini selain Khadijah?” Beliau menjawab : “Dia dulu begini dan begitu. Dan darinya pula aku punya anak”4

Tentang perkataan Aisyah”…akan tetapi Rasulullah sering sekali menyebut namanya” Ibnu Hajar berkata bahwan dalam riwayat Abdullah al-Bahiyy dari Aisyah sebagaimana di sebutkan dalam Kitab Ath-Thabrani “beliau menyebut nama Khadijah, tidak bosan-bosan memujinya dan beristighfar untuknya”5

Tentang perkataan Rasulullah Shalalahu alaihi wassalam : “Dia dahulu begini dan begitu” Ibnu Hajar berkata bahwa maksudnya dia adalah wanita mulia, cerdas dan sejenisnya.6

Dalam kitab Al-Musnad Imam Ahmad menyebutkan riwayat Masruq dari Aisyah bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda:

“Dia beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar, membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku, membantuku dengan hartanya ketika orang-orang tidak mau memberi bantuan, dan Allah Subhanahu wa ta’ala memberiku anak darinya ketika Dia tidak memberiku anak dari wanita lain”7.

Imam Nawawi berkata : “Hadits-hadits ini merupakan dalil kesetiaan, penjagaan cinta kasih, dan penghormatan kepada pasangan hidupnya baik semasa hidup maupun setelah mati, serta penghormatan kepada para kenalan teman hidup tersebut”.8.

Jasa istrinya selalu beliau kenang sepanjang masa, sepanjang perjalanan hidupnya. Beliau begitu setia, santun, memiliki pergaulan yang baik dengan istrinya, menjaga kehormatan hidup istrinya baik di saat hidup maupun setelah tiada serta memuliakan kerabat dan teman-temannya.Cintanya tak pernah lekang di makan usia bahkan beliau tetap setia mencintainya ,senantiasa menyebut namanya. Betapa indahnya!

Aisyah berkata bahwa Haalah binti Khuwailid saudara perempuan Khadijah meminta izin bertemu Rasulullah Shalallahu alihi wassalam. Saat itu beliau teringat akan cara minta izinnya Khadijah yaitu cara minta ijin Haalah yang mirip dengan Khadijah. Beliaupun terkenang dan terkejut dengan berkata “ Ya, Allah itu Haalah!” Aisyah yang melihat sikap beliau ini menjadi sangat cemburu. Aku berkata pada beliau :”Untuk apa engkau mengingat-ingat perempuan tua yang sudah tanggal giginya (ompong) dan sudah lama mati, padahal Allah telah memberimu ganti yang lebih baik darinya”9

Tidakkah engkau melihat kecemburuan Aisyah? Cemburu pada wanita yang telah tiada? Rasulullah tidak pernah melupakannya, melupakan gerak-gerik istrinya di masa hidupnya semua terekam indah dalam ingatan beliau. Hingga Aisyahpun tak kuasa menahan kecemburuannya.Adakah yang mau merenungkannya?

Pada Rasulullah suri tauladan yang menawan, semoga dengan membaca kisah cinta dan kesetiaannya hatimu akan tertawan. Alangkah indah dan manisnya hidup dalam cinta dan kesetiaan.Sehingga tenanglah hati para istri mengarungi biduk rumah tangga yang penuh onak dan duri-duri kehidupan. Islamlah solusi kehidupan bagi para pasangan. Di dalamnya akan kita dapati jalan keluar yang kita butuhkan. Wahai para suami,…apalagi yang engkau pikirkan? Jika manusia yang paling mulia di atas bumi ini telah mengajarkanmu arti cinta dan kesetiaan. Tidakkah ingin engkau persembahkan kepada pasangan hidupmu yang telah Allah halalkan? Dan tentu para istripun akan menambah pengabdian dan ketaatan mereka padamu karena inilah yang mereka harapkan! Wallahu ‘alam bish-shawwab.

Artikel ini telah di muraja’ah oleh : Ustadz Khalid Samhudi Lc dan Ustadz Muhammad Elvy Syam Lc.

Dikirim pada 16 Desember 2011 di hikmah



Kasus wanita berjilbab dari Wisma Fatimah di Jl. Alex Kawilarang 63 Bandung Jawa Barat yang mengidap penyakit kotor gonorhe (kencing nanah) akibat nikah mut’ah. Seperti dilaporkan oleh LPPI yang berkasnya disampaikan ke Kejaksaan Agung dan seluruh gubernur, mengutip ASA (Assabiqunal Awwalun) edisi 5, 1411H, hal. 44-47 dengan judul “ Pasien Terakhir “, seperti yang dimuat buku Mengapa Menolak Syi’ah halaman 270-273.

Berikut ini kisah selengkapnya:

Untuk kedua kalinya wanita itu pergi ke dokter Hanung, seorang dokter spesialis kulit dan kelamin dikota Bandung. Sore itu ia datang sambil membawa hasil laboratorium seperti yang diperintahkan dokter dua hari sebelumnya. Sudah beberapa Minggu dia mengeluh merasa sakit pada waktu buang air kecil (drysuria) serta mengeluarkan cairan yang berlebihan dari vagina (vaginal discharge).~

Sore itu suasana di rumah dokter penuh dengan pasien. Seorang anak tampak menangis kesakitan karena luka dikakinya, kayaknya dia menderita Pioderma. Disebelahnya duduk seorang ibu yang sesekali menggaruk badannya karena gatal. Diujung kursi tampak seorang remaja putri melamun, merenungkan acne vulgaris (jerawat) yang ia alami.

Ketika wanita itu datang ia mendapat nomor terakhir. Ditunggunya satu persatu pasien berobat sampai tiba gilirannya. Ketika gilirannya tiba, dengan mengucapkan salam dia memasuki kamar periksa dokter Hanung. Kamar periksa itu cukup luas dan rapi. Sebuah tempat tidur pasien dengan penutup warna putih. Sebuah meja dokter yang bersih. Dipojok ruang sebuah wastafel untuk mencuci tangan setelah memeriksa pasien serta kotak yang berisi obat-obatan.

Sejenak dokter Hanung menatap pasiennya. Tidak seperti biasa, pasiennya ini adalah seorang wanita berjilbab rapat. Tidak ada yang kelihatan kecuali sepasang mata yang menyinarkan wajah duka. Setelah wawancara sebentar (anamnese) dokter Hanung membuka amplop hasil laboraturium yang dibawa pasiennya. Dokter Hanung terkejut melihat hasil laboraturium. Rasanya adalah hal yang mustahil. Ada rasa tidak percaya terhadap hal itu. Bagaimana mungkin orang berjilbab yang tentu saja menjaga kehormatannya terkena penyakit itu, penyakit yang hanya mengenai orang-orang yang sering berganti-ganti pasangan sexsual.

Dengan wajah tenang dokter Hanung melakukan anamnese lagi secara cermat.

+ “Saudari masih kuliah?”

- “Masih dok”



+ “Semester berapa?”

- “Semester tujuh dok!”

+ “Fakultasnya?”

- “Sospol”

+ “Jurusan komunikasi massa ya?”

Kali ini ganti pasien terakhir itu yang kaget. Dia mengangkat muka dan menatap dokter Hanung dari balik cadarnya.

- “Kok dokter tahu?”

+ “Aah,….tidak, hanya barangkali saja!”

Pembicaraan antara dokter Hanung dengan pasien terakhirnya itu akhirnya seakan-akan beralih dari masalah penyakit dan melebar kepada persoalan lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah penyakit itu.

+ “Saudari memang penduduk Bandung ini atau dari luar kota?

Pasien terakhir itu nampaknya mulai merasa tidak enak dengan pertanyaan dokter yang mulai menyimpang dari masalah-masalah medis itu. Dengan jengkel dia menjawab.

- “Ada apa sih Dok…..kok tanya macam-macam?”

+ “Aah enggak,……..barangkali saja ada hubungannya dengan penyakit yang saudari derita!”

Pasien terakhir ini tampaknya semakin jengkel dengan pertanyaan dokter yang kesana-kemari itu. Dengan agak kesal dia menjawab.

- “Saya dari Pekalongan”

+ “Kost-nya?”



- “Wisma Fathimah, jalan Alex Kawilarang 63”

+ “Di kampus sering mengikuti kajian Islam yaa”

- “Ya,..kadang-kadang Dok!”

+ “Sering mengikuti kajian Bang Jalal?”

Sekali lagi pasien terakhir itu menatap dokter Hanung.

- “Bang Jalal siapa?”

Tanyanya dengan nada agak tinggi.

+ “Tentu saja Jalaluddin Rachmat! Di Bandung siapa lagi Bang Jalal selain dia….kalau di Yogya ada Bang Jalal Muksin”

- “Yaa,…….kadang-kadang saja saya ikut”

+ “Di Pekalongan,……(sambil seperti mengingat-ingat) kenal juga dengan Ahmad Baraqba?”

Pasien terakhir itu tampak semakin jengkel dengan pertanyaan-pertanyaan dokter yang semakin tidak mengarah itu. Tetapi justru dokter Hanung manggut-manggut dengan keterkejutan pasien terakhirnya. Dia menduga bahwa penelitian penyakit pasiennya itu hampir selesai. Akhirnya dengan suara yang penuh dengan tekanan dokter Hanung berkata.

- “Begini saudari, saya minta maaf atas pertanyaan-pertanyaan saya yang ngelantur tadi, sekarang tolong jawab pertanyaan saya dengan jujur demi untuk therapi penyakit yang saudari derita,…………..”

Sekarang ganti pasien terakhir itu yang mengangkat muka mendengar perkataan dokter Hanung. Dia seakan terbengong dengan pertanyaan apa yang akan dilontarkan oleh dokter yang memeriksanya kali ini.

+ “Sebenarnya saya amat terkejut dengan penyakit yang saudari derita, rasanya tidak mungkin seorang ukhti mengidap penyakit seperti ini”

- “Sakit apa dok?”

Pasien terakhir itu memotong kalimat dokter Hanung yang belum selesai dengan amat Penasaran.

+ “Melihat keluhan yang anda rasakan serta hasil laboraturium semuanya menyokong diagnosis gonorhe, penyakit yang disebabkan hubungan seksual”

Seperti disambar geledek perempuan berjilbab biru dan berhijab itu, pasien terakhir dokter Hanung sore itu berteriak,

- “Tidak mungkin!!!”

Dia lantas terduduk dikursi lemah seakan tak berdaya, mendengar keterangan dokter Hanung. Pandangan matanya kosong seakan kehilangan harapan dan bahkan seperti tidak punya semangat hidup lagi. Sementara itu pembantu dokter Hanung yang biasa mendaftar pasien yang akan berobat tampak mondar-mandir seperti ingin tahu apa yang terjadi. Tidak seperti biasanya dokter Hanung memeriksa pasien begitu lama seperti sore ini. Barangkali karena dia pasien terakhir sehingga merasa tidak terlalu tergesa-gesa maka pemeriksaannya berjalan agak lama. Tetapi kemudian dia terkejut mendengar jeritan pasien terakhir itu sehingga ia merasa ingin tahu apa yang terjadi.

Dokter Hanung dengan pengalamannya selama praktek tidak terlalu kaget dengan reaksi pasien terakhirnya sore itu. Hanya yang dia tidak habis pikir itu kenapa perempuan berjilbab rapat itu mengidap penyakit yang biasa menjangkit perempuan-perempuan rusak. Sudah dua pasien dia temukan akhir-akhir ini yang mengidap penyakit yang sama dan uniknya sama-sama mengenakan busana muslimah. Hanya yang pertama dahulu tidak mengenakan hijab penutup muka seperti pasien yang terakhirnya sore itu. Dulu pasien yang pernah mengidap penyakit yang seperti itu juga menggunakan pakaian muslimah, ketika didesak akhirnya dia mengatakan bahwa dirinya biasa kawin mut’ah.

Pasiennya yang dahulu itu telah terlibat jauh dengan pola pikir dan gerakan Syi’ah yang ada di Bandung ini. Dari pengalaman itu timbul pikirannya menanyakan macam-macam hal mengenai tokoh-tokoh Syi’ah yang pernah dia kenal di kota Kembang ini dan juga kebetulan mempunyai seorang teman dari Pekalongan yang menceritakan perkembangan gerakan syi’ah di Pekalongan. Beliau bermaksud untuk menyingkap tabir yang menyelimuti rahasia perempuan yang ada didepannya sore itu.

+ “Bagaimana saudari… penyakit yang anda derita ini tidak mengenai kecuali orang-orang yang biasa berganti-ganti pasangan seks. Rasanya ini tidak mungkin terjadi pada seorang muslimah seperti anda. Kalau itu masa lalu anda baiklah saya memahami dan semoga dapat sembuh, bertaubatlah kepada Allah,….atau mungkin ada kemungkinan yang lain,…?”

Pertanyaan dokter Hanung itu telah membuat pasien terakhirnya mengangkat muka sejenak, lalu menunduk lagi seperti tidak memiliki cukup kekuatan lagi untuk berkata-kata. Dokter Hanung dengan sabar menanti jawaban pasien terakhirnya sore itu.

Beliau beranjak dari kursi memanggil pembantunya agar mengemasi peralatan untuk segera tutup setelah selesai menangani pasien terakhirnya itu.

- “Saya tidak percaya dengan perkataan dokter tentang penyakit saya !” Katanya terbata-bata

+ “Terserah saudari,…….tetapi toh anda tidak dapat memungkiri kenyataan yang anda sandang-kan?”



- “Tetapi bagaimana mungkin mengidap penyakit laknat tersebut sedangkan saya selalu berada didalam suasana hidup yang taat kepada hukum Allah?”

+ “Sayapun berprasangka baik demikian terhadap diri anda,….tetapi kenyataan yang anda hadapi itu tidak dapat dipungkiri?”

Sejenak dokter dan pasien itu terdiam. Ruang periksa itu sepi. Kemudian terdengar suara dari pintu yang dibuka pembantu dokter yang mengemasi barang-barang peralatan administrasi pendaftaran pasien. Pembantu dokter itu lantas keluar lagi dengan wajah penuh tanda tanya mengetahui dokter Hanung yang menunggui pasiennya itu.

+ “Cobalah introspeksi diri lagi, barangkali ada yang salah,…….. sebab secara medis tidak mungkin seseorang mengidap penyakit ini kecuali dari sebab tersebut”

- “Tidak dokter,…….selama ini saya benar-benar hidup secara baik menurut tuntunan syari’at Islam,…..saya tetap tidak percaya dengan analisa dokter”

Dokter Hanung mengerutkan keningnya mendengar jawaban pasiennya. Dia tidak merasa sakit hati dengan perkataan pasiennya yang berulang kali mengatakan tidak percaya dengan analisisnya. Untuk apa marah kepada orang sakit. Paling juga hanya menambah parah penyakitnya saja, dan lagi analisanya toh tidak menjadi salah hanya karena disalahkan oleh pasiennya. Dengan penuh kearifan dokter itu bertanya lagi,……..

+ “Barangkali anda biasa kawin mut’ah??

Pasien terakhir itu mengangkat muka,

- “Iya dokter! Apa maksud dokter”?

+ “Itu kan berarti anda sering kali ganti pasangan seks secara bebas!



- “Lho,… tapi itukan benar menurut syari’at Islam dok! Pasien itu membela diri.

+ “Ooo,…Jadi begitu,…kalau dari tadi anda mengatakan begitu saya tidak bersusah payah mengungkapkan penyakit anda. Tegasnya anda ini pengikut ajaran Syi’ah yang bebas berganti-ganti pasangan mut’ah semau anda. Ya itulah petualangan seks yang anda lakukan. Hentikan itu kalau anda ingin selamat”.

- “Bagaimana dokter ini, saya kan hidup secara benar menurut syari’at Islam sesuai dengan keyakinan saya, dokter malah melarang saya dengan dalih-dalih medis”

Sampai disini dokter Hanung terdiam. Sepasang giginya terkatup rapat dan dari wajahnya terpancar kemarahan yang sangat terhadap perkataan pasiennya yang tidak mempunyai aturan itu. Kemudian keluarlah perkataan yang berat penuh tekanan.



+ “Terserah apa kata saudari membela diri,… anda lanjutkan petualangan seks anda, dengan resiko anda akan berkubang dengan penyakit kelamin yang sangat mengerikan itu, dan sangat boleh jadi pada suatu tingkat nanti anda akan mengidap penyakit AIDS yang sangat mengerikan itu,…atau anda hentikan dan bertaubat kepada Allah dari mengikuti ajaran bejat itu kalau anda menghendaki kesembuhan”.

- “Ma..maaf, Dok, saya telah membuat dokter tersinggung!”

Dokter Hanung hanya mengangguk menjawab perkataan pasiennya yang terbata-bata itu.

+ “Begini saudari,…tidak ada gunanya resep saya berikan kepada anda kalau toh tidak berhenti dari praktek kehidupan yang selama ini anda jalani. Dan semua dokter yang anda datangi pasti akan bersikap sama,… sebab itu terserah kepada saudari. Saya tidak bersedia memberikan resep kalau toh anda tidak mau berhenti”.

- “Ba…baik , Dok, …Insya Allah akan saya hentikan!”

Dokter Hanung segera menuliskan resep untuk pasien terakhir itu, kemudian menyodorkan kepadanya.

- “Berapa Dok?”

+ “Tak usahlah,….saya sudah amat bersyukur kalau anda mau menghentikan cara hidup binatang itu dan kembali kepada cara hidup yang benar menurut tuntunan dari Rosulullah. Saya relakan itu untuk membeli resep saja”.

Pasien terakhir dokter Hanung itu tersipu-sipu mendengar jawaban dokter Hanung

- “Terima kasih Dok,…….permisi”

Perempuan itu kembali melangkah satu-satu dipelataran rumah Dokter Hanung. Ia berjalan keluar teras dekat bougenvil biru yang seakan menyatu dengan warna jilbabnya. Sampai digerbang dia menoleh sekali lagi ke teras, kemudian hilang ditelan keramaian kota Bandung yang telah mulai temaran disore itu.

sumber:http://aslibumiayu.wordpress.com

Dikirim pada 15 Desember 2011 di hikmah



Di antara kita paling sering mendengar murothal atau tilawah quran dari Syaikh ‘Abdurrahman Sudais hafizhohullah. Beliau adalah salah satu imam dan khotib Masjidil Haram, Makkah Al Mukarromah. Lihatlah suaranya begitu merdu dan lantunan qur’annya begitu syahdu. Beliau tidak hanya hafizh quran, namun beliau juga menjadi spesialis ilmu fiqih. Bagaimana cita-cita beliau di masa kecil? Berikut ceritanya.

Ketika Syaikh Sudais dalam usia anak-anak, ibunya selalu mengatakan padanya, “Wahai ‘Abdurrahman, hafalkanlah qur’an. Insya Allah engkau akan menjadi imam masjidil Harom.” Demikian dorongan motivasi dari ibunya agar Syaikh Sudais kecil bisa termotivasi menghafalkan qur’an.

Lalu setiap kali Syaikh Sudais kecil datang ke Masjidil Harom, ia melihat lebih dekat bagaimanakah tingkah laku imam di sana. Kemudian di pikirannya terbayang, apakah mungkin dia akan seperti itu (menjadi imam Masjidil Harom) dari hari ke hari?

Kemudian pikiran Syaikh Sudais kecil akhirnya terpancing. Dorongan dari ibunya tadi benar-benar memotivasinya. Lalu ia terbayang lagi dalam pikirannya, “Mungkinkah saya bisa menghafalkan qur’an tanpa ada yang keliru? Mungkinkah saya bisa melantunkan al qur’an tanpa membuat kesalahan?”

Akhirnya dengan karunia Allah, kita dapat lihat sendiri bagaimanakah bacaan beliau ketika memimpin shalat di Masjidil Harom. Lihatlah pula ketika beliau membaca ayat, hafalan beliau begitu kuat, tidak kita temukan cacat di sana-sini. Inilah fadhlullah, karunia Allah yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.[1]



***

Pelajaran dari kisah beliau di atas adalah:

1. Dorongan motivasi dari orang tua sangat mendorong sekali seorang anak bisa menjadi sholeh dan bisa menjadi penghafal qur’an.

2. Menghafalkan qur’an di masa kecil seperti seseorang begitu mudah mengukir di batu. Namun tidak ada kata terlambat untuk menghafal qur’an. Ada beberapa kisah nyata yang menunjukkan bahwa ada orang tua yang sudah berumur kepala lima (55 tahun) menghafalkan qur’an. Ada yang berumur 60 tahun juga menjadi hafizh qur’an. Itulah karunia Allah.

3. Untuk menghafalkan qur’an haruslah seseorang diberi motivasi bahwa Al Qur’an itu mudah untuk dihafal. Motivasi semacam ini akan membuat anak kecil atau yang lainnya semakin terdorong untuk menghafalkan qur’an, berbeda jika diberi motivasi sebaliknya.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآَنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al Qomar: 17).

Moga dengan taufik dan kemudahan dari Allah kita dapat menjadi bagian dari orang-orang yang menjadi hafizh qur’an secara sempurna. Jika kita selaku orang tua, jangan lupa memotivasi anak-anak kita untuk menghafalkan qur’an, karena itu akan meninggikan derajat anak kita di dunia dan akhirat, orang tua pun akan tertular kebaikannya. Jangan lupa iringi dengan do’a.

Wallahu waliyyut taufiq.

Dikirim pada 09 Desember 2011 di hikmah





Wong Solo mana yang nggak kenal Jokowi? Orang yang menurut penjual makanan di Solo disebut bapaknya pedagang kaki lima. Beliau lahir di Surakarta, 21 Juni 1961. Iya,dialah walikota Surakarta Joko Widodo. Orang-orang biasa menyebutnya dengan jokowi.

Usut pun usut, ada sesuatu yang berbeda dari karakteristik Jokowi dibandingkan pejabat atau pemimpin-pemimpin lainnya pada umumnya saat ini, yaitu beliau ternyata belum pernah sekali pun mengambil hak dari gajinya selama bekerja menjadi walikota. Bahkan, mobil dinas walikota yang saat ini digunakan juga merupakan `warisan` dari pejabat walikota sebelumnya, Slamet Suryanto dan mobil dinas tersebut telah melampaui 10 tahun masa pakai yang sudah sewajarnya pula mobil dinas tersebut dapat pula diganti dengan yang baru, namun beliau tidak.



Jokowi meraih gelar insinyur dari Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1985. Walikota yang tengah menjalani masa jabatan dua periode ini tatkala mencalonkan diri sebagai walikota, banyak yang meragukan kemampuan pria yang berprofesi sebagai pedagang mebel rumah dan taman ini, bahkan hingga saat ia terpilih.Namun setahun setelah ia memimpin, banyak gebrakan progresif dilakukan olehnya. Ia banyak mengambil contoh pengembangan kota-kota di Eropa yang sering ia kunjungi dalam rangka perjalanan bisnisnya.



Di bawah kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan yang pesat. Branding untuk kota Solo dilakukan dengan menyetujui moto "Solo: The Spirit of Java". Langkah yang dilakukannya cukup progresif untuk ukuran kota-kota di Jawa: ia mampu merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka, memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik, melakukan komunikasi langsung rutin dan terbuka (disiarkan oleh televisi lokal) dengan masyarakat.



Ketika di banyak tempat lain penertiban pedagang kaki lima (PKL) diwarnai perlawanan, kekerasan hingga jatuh korban manusia, penertiban PKL di Kota Bengawan berlangsung damai, aman tanpa kericuhan. Ini terjadi setelah Jokowi melakukan dialog sebanyak 54 kali dengan para PKL. Pemindahan PKL ke pasar baru bahkan menjadi objek wisata karena dikemas dengan karnaval budaya yang menarik.



Taman Balekambang, yang terlantar semenjak ditinggalkan oleh pengelolanya, dijadikannya taman. Jokowi juga tak segan menampik investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya. Sebagai tindak lanjut branding ia mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006. Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008 ini. Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan. FMD pada tahun 2008 diselenggarakan di komplek Istana Mangkunegaran.



Selama menjabat sebagai walikota, Jokowi berhasil pula menjaga kondusivitas kota yang telah lama mendapat predikat kota sumbu pendek ini. Kondusivitas Solo membuat iklim investasi meningkat. Kota ini banyak dilirik investor, dibuktikan dengan dibangunnya sejumlah hotel dan tempat perbelanjaan baru. Pemkot yang dinahkodai Jokowi membuka ruang–ruang bisnis baru bagi kalangan-kalangan menengah. Produk-produk kerajinan rumahan digelar para pengrajin di night market Ngarsopuro, dan produk kuliner unggulan dikumpulkan di Gladak Langenbogan (Galabo), dengan konsep pariwisata yang tak melupakan ciri khas budaya masyarakat Solo.



Sikapnya yang terbuka, berani, sederhana dan apa adanya cukup memberikan inspirasi bagi setiap orang dan masyarakat sekitar Solo khususnya.

Kepada pers, Jokowi dan jajarannya selalu bersikap terbuka. Dia sangat mudah dihubungi. Sehingga program-program Pemkot tersosialisasi dengan baik. Tak ada cerita Walikota sembunyi dari pers. Semua bentuk pemberitaan sebagai kontrol sosial serta sorotan miring pun dihadapi dengan gentle.

Jokowi juga merupakan sosok seorang yang rendah hati. Dikisahkan, tatkala mobil dinasnya mogok di tengah banjir, beliau pun tak segan untuk ikut mendorong mobil dari belakang. Hal-hal kecil seperti ini kerap terjadi dan menjadi buah bibir hingga mengangkat citranya sebagai sosok yang tidak jaim. Sebagai walikota dia juga tidak menjaga jarak dengan rakyat. Jokowi kerap pula melakukan diskusi atau menjawab masukan-masukan dari rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung. Di sela-sela kesibukan di dunia nyata, di dunia maya pun Jokowi juga kerap melakukan komunikasi terkait ide dan program-programnya kepada kawan-kawan di dunia maya. Di tengah malam beliau sering pula menyempatkan diri online, hanya untuk meng-upload beberapa gambar desain tugu batas kota di dinding Facebook-nya, dan kemudian berdiskusi dengan rakyat tentang kelebihan dan kelemahan desain yang ditawarkan. Hal itu mengingatkan akan pendekatan gaya Presiden AS Barack Obama.

Tidak hanya itu pula, tatkala banyak pejabat di Republik ini yang tidak mau berterus terang membeberkan jumlah hartanya dan jujur merinci penghasilannya yang dihimpun selama sebelum dan setelah menjabat beliau pun bersikap terbuka dan transparan terkait LHKPN tersebut.



Diberitakan dalam media tempo, Kekayaan Joko Widodo rentang bulan April 2005 hingga Oktober 2008 dipaparkan beliau bertambah Rp 3.425.604.524. "Total harta kala April 2005 mencapai Rp 10.764.623.976 sehingga menjadi Rp 14.190.288.500.

di bulan Oktober 2008 lalu," ujar Joko wi.

Penambahan harta itu dibeberkan di depan publik dalam talk show yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi yang kala itu bertempat di atrium Solo Grand Mall, Surakarta.

usut pun usut, jikalau dirata-rata, dalam setahun Joko Widodo sukses menghimpun harta sekitar Rp 1 miliar. Sebulan, jika dirata-rata lagi, penghasilan (mungkin tepatnya pendapatan) joko wi sekitar Rp 83 juta. Seumpama dirata-rata dalam hitungan harian, kekayaan Joko Widodo bertambah sekitar Rp 2,7 juta.

Joko wi juga menuturkan bahwa sebagian besar kekayaannya berwujud harta tak bergerak, yaitu tanah dan bangunan. Total aset tanah dan bangunan yang dimilikinya lebih dari Rp 10 miliar. Tanah miliknya tersebar di berbagai tempat, seperti Surakarta, Sukoharjo, Sragen, hingga Balikpapan.



Sedangkan jumlah tabungan yang dimiliki oleh orang nomor satu di Solo itu sebesar Rp 522.355.000. Kekayaan dalam bentuk dolar justru menyusut, dari US$ 25.067 pada 2005 kini tinggal US$ 4.432. Sikap terbuka dan transparan beliau cukup menjadi pujian dan perhatian masyarakat. Apalagi beliau diketahui oleh publik belum pernah sekalipun mengambil gajinya sebagai walikota. Hal inilah yang kian menjadi contoh teladan bagi sekitarnya dan kian dicintai oleh rakyatnya.

Jauh-jauh hari sebelum Jokowi menyatakan akan maju lagi dalam Pilkada. Hampir bersamaan pula media memuat berita soal keberatan keluarga bila dirinya menyalonkan kembali menjadi walikota, namun berbagai komunitas secara bergantian menggeruduk Balaikota, meminta Jokowi maju kembali memimpin Solo. Selain itu pula, Jokowi pun sempat jadi rebutan. Banyak partai ingin meminang, tak terkecuali Demokrat yang akhirnya menjadi lawan dalam Pilkada.



Dalam Bulan mei 2011 ini, Jokowi telah tampil sebanyak 2 kali di layar kaca dalam acara Mata Najwa (18 Mei 2011) dan Managing The Nation With Tanri Abeng di Metro TV, Kamis (26/5) malam. Beliau diwawancara berbagai hal terkait sikap, prinsip hidup dan kepemimpinannya yang diidam-idamkan masyarakat Indonesia saat ini. Tak ayal, nama jokowi pun sempat menjadi trending topic di twitter akhir-akhir ini.

Singkat kata, secara umum Jokowi menjadi figur walikota yang dicintai rakyat berbagai kalangan dan lintas golongan. Kekuatan figur membuat Jokowi memiliki elektabilitas tinggi secara pribadi. Selain itu, Joko Widodo terpilih pula menjadi salah satu dari "10 Tokoh 2008" Oleh Majalah Tempo.



Dikirim pada 01 Desember 2011 di hikmah



Buat mereka yang masih single bisa mengambil pelajaran
dari cerita ini, dan buat yang udah nikah cerita ini bisa jadi
guideline untuk meningkatkan ikatan pernikahan
yang udah dijalani.

“Apakah saya menikah dengan orang yang tepat”

Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba
melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah;
“bagaimana saya tahu kalo,
saya menikah dengan orang yang tepat?”


Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya, jadi saya menjawab

“Ya.. tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami / istri anda?”

Dengan sangat serius dia balik bertanya “Bagaimana anda tahu?!”

“Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini.”

Inilah jawabanya!

SETIAP ikatan memiliki siklus.
Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan
pasangan anda.
Telpon darinya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian
sayangnya, dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang
bersemangat, begitu menyenangkan.


Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit.
Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu
spontan. Ngga perlu berbuat apapun
Makanya dikatakan “jatuh” cinta!

Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan “aku mabuk cinta”
Bayangkan eksprisi tersebut!
Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba
sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda.

Jatuh cinta itu mudah.
Sesuatu yang pasif dan spontan.
Tapi?
Setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar..
perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan.

Perlahan tapi pasti.. telpon darinya menjadi hal yang merepotkan,
belaiannya ngga selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang bersemangat
bukannya jadi hal yang manis, tapi malah nambahin penat yang ada..

Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu,
namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda,
anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan,
pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan
pada tahapan-tahapan selanjutnya.

Dan pada situasi inilah pertanyaan “Did I marry the right person?” mulai
muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya..

Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta
yang pernah terjadi.. anda mungkin mulai berhasrat menyelami
eforia-eforia cinta itu dengan orang lain.
Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas?
Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu
dan mencari pelampiasan diluar.
Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk pelampiasan ini.
Mengingkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas.

Sebagian orang memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya,
hobinya, pertemanannya, nonton TV sampe TV nya bosen ditonton, ataupun hal-
hal yang menyolok lainnya (Ini Pengalaman Pribadi).

Tapi Tahu Tidak….?!
Bahwa jawaban atas dilema ini tidak ada diluar, justru jawaban ini hanya
ada di dalam pernikahan itu sendiri.

Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya, kadang kerap terucap!!!
Saya tidak harus mengatakan kalau kamu tidak boleh ataupun tidak bisa selingkuh,
Kamu bisa!!tapi bagaimana dengan perasaan pasangan kita!!itu juga harus dipikirkan.

Bisa saja ataupun boleh saja kamu selingkuh, dan pada saat itu kamu akan merasa menjadi lebih baik.
Tapi Hal itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun anda akan
mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan anda).
Perselingkuhan yang dilakukan sama dengan proses berpacaran yang pernah
anda lakukan dengan pasangan anda, penuh gairah.
Tetapi, seandainya proses itu dilanjutkan, maka anda akan mendapati
keadaan yang sama dengan pernikahan anda sekarang.
Itu adalah siklus…

Karena.. (pahamilah dengan seksama hal ini) ..

KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT.
“NAMUN KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR
MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN,
DAN TERUS MENERUS..!”


Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang
spontanitas.

Cinta Tidak AKAN PERNAH begitu saja terjadi!
Kita tidak akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya
Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari.


Benar juga Ada ungkapan “diperbudak dengan cinta”
Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi.
Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK
Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga
berjalan dengan baik .


Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini.

Cinta Bukanlah Suatu MISTERI melainkan Suatu ANUGRAH

Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan
ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar.
Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu fisika (seperti gaya Grafitasi),
dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya.

Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat
tubuh kita lebih kuat, beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga
juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat.
Ini merupakan reaksi sebab akibat.

Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita
bisa “MEMBUAT” cinta bukan “JATUH”.

Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan
sebuah DECISION atau KEPUTUSAN dan KOMITMEN
dan bukan cuma PERASAAN..!


jika ia sebuah cinta…..
ia tidak mendengar…
namun senantiasa bergetar….

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak buta..
namun senantiasa melihat dan merasa..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak menyiksa..
namun senantiasa menguji..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak memaksa..
namun senantiasa berusaha..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak cantik..
namun senantiasa menarik..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak datang dengan kata-kata..
namun senantiasa menghampiri dengan
hati..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak terucap dengan kata..
namun senantiasa hadir dengan sinar
mata..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak hanya berjanji..
namun senantiasa mencoba
memenangi..

jika ia sebuah cinta…..
ia mungkin tidak suci..
namun senantiasa tulus..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak hadir karena permintaan…
namun hadir karena ketentuan…

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak hadir dengan kekayaan dan
kebendaan…
namun hadir karena pengorbanan dan
kesetiaan…

Itulah Makna Arti Sebuah Pernikahan yang sesungguhnya!



Dikirim pada 30 November 2011 di copas



Suatu hari, Plato bertanya pada gurunya, "Apa itu cinta? Bagaimana saya
menemukannya?
Gurunya menjawab, " Ada ladang gandum yang luas didepan sana.
Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting.
Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu
telah menemukan cinta" .
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan
kosong, tanpa membawa apapun.
Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?"
Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja,dan saat berjalan tidak
boleh mundur kembali (berbalik)". Sebenarnya aku telah menemukan yang paling
menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi
di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan
berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwa ranting-ranting yang
kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak
kuambil sebatangpun pada akhirnya"
Gurunya kemudian menjawab " Jadi ya itulah cinta"


Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya,"Apa itu
perkawinan?Bagaimana saya bisa menemukannya?"
Gurunya pun menjawab " Ada hutan yang subur didepan sana.
Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan
kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu
menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan"
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa
pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/subur, dan tidak juga
terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.
Gurunya bertanya, "Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?"
Plato pun menjawab, "sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah
menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong.
Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk
amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya
kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya"
Gurunya pun kemudian menjawab, "Dan ya itulah perkawinan"

Dikirim pada 29 November 2011 di hikmah



Bagi Anda penggemar wisata pantai, Ujung Genteng merupakan salah satu tempat wisata pantai yang patut untuk dikunjungi. Dimusim tertentu anda bisa mengintip penyu yang sedang bertelur. Konon di pantai ini pula, Anda bisa ikut nelayan menangkap lobster, si udang cantik yang lezat sekali.

Terletak di Sukabumi Selatan – Jawa Barat, perjalanan ke Pantai Ujung Genteng dapat ditempuh selama kurang lebih 3 – 4 jam dari kota Sukabumi menggunakan kendaraan pribadi.

Ujung Genteng merupakan daerah pesisir pantai selatan Jawa Barat yang terletak di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi dengan jarak tempuh sekitar 220 kilometer dari Ibu Kota Jakarta atau 230 kilometer dari Kota Bandung. Waktu tempuhnya sekitar enam atau tujuh jam perjalanan bermobil. Selain jalannya cukup mulus juga terdapat beberapa jalur alternatif serta sarana angkutan umum yang memadai menuju tempat tujuan.
Pantai Ujung Genteng memiliki karakteristik umumnya pantai selatan Pulau Jawa yang terkenal bersih airnya dan ombaknya yang besar. Walaupun demikian, pantai ini jauh berbeda jika dibandingkan dengan pantai Pelabuhan Ratu yang terkenal rawan dan sering merenggut korban jiwa karena ombaknya yang ganas. Walaupun pantai Ujung Genteng menghadap bebas ke Samudera Hindia, namun ombaknya yang besar tak membahayakan pelancong yang gemar bermain-main di laut. Ombak besar dari tengah samudera lebih dulu pecah berserak lantaran terhalang gugusan karang laut di depan bibir pantai, sehingga kita dapat menikmati alam dengan pantai yang indah, aman, dan nyaman. Anak-anak boleh berenang di laut sepuasnya dan memungkinkan memandang sekumpulan ikan berwarna-warni di sela-sela batu karang, menandakan betapa alaminya lingkungan Ujung Genteng.





Di daerah Ujung Genteng sendiri terdapat banyak tempat menarik, seperti melihat langsung penyu hijau (Chelonia Mydas) di pantai Pangumbahan. Ada juga lokasi di mana Anda bisa berselancar di atas ombak yang cukup menantang yang terkenal dengan sebutan ”ombak tujuh”. Lokasi ini merupakan kawasan favorit bagi wisatawan mancanegara untuk olahraga selancar. Sebutan ombak tujuh menurut penduduk karena ombaknya selalu berurutan tujuh ombak dan selalu besar-besar. Untuk yang suka memancing, di Ujung Genteng merupakan tempat yang cocok di mana ikannya cukup banyak dan bervariasi.



Tanah lot UJUNG GENTENG



Dikirim pada 26 November 2011 di ini ceritaku...





Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam,Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua.
Mereka menikah sudah lebih 32 tahun.

Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa,setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga
seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang
lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.

Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya
tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakanapa2 saja yg dia alami seharian.

Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi,
Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan
sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata "
Pak kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak....... bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu" . dengan air mata berlinang
anak itu melanjutkan kata2nya "sudah yg keempat kalinya kami
mengijinkan bapak menikah lagi,
kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua
bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak,
kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian".

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka."
Anak2ku ......... Jikalau pernikahan & hidup didunia ini hanya untuk
nafsu, mungkin bapak akan menikah..... .tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah
melahirkan kalian.. sejenak kerongkongannya tersekat,... kalian yg
selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini.

Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit."

Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat
butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno.. dengan pilu
ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2.. disaat itulah meledak tangis beliau dengan
tamu yg hadirdi studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah Pak Suyatno bercerita.
"Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam
perkawinannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian)
adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..

Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,"

Dikirim pada 10 November 2011 di hikmah





Kamis, 10 Nopember 2011. Waktu menunjukkan jam 6.30 pagi. Seperti biasa kami berangkat bersama2 dari halte menuju tempat kantor yang jaraknya lebih kurang 60 km. lima menit berangkat dari halte terdengar suara dari belakang, "Brakkk", suara yang cukup terdengar keras mengagetkan kami, kami menoleh kebelakang, ternyata ada kecelakaan di seberang jalan antara bis, mobil avanza dan sepeda motor. Mobilnya sampai ringsek depan belakang, sepeda motornya terpental ke bahu jalan. dan yang lebih mengerikan pengendara sepeda motor itu terlindas ban mobil sampai beberapa meter ke arah kanan jalan.



Allohu Akbar, kami melihat cukup jelas bagaimana kondisi pengendara sepeda motor itu. Lukanya sangat parah, kemungkinan besar meninggal dunia. Tentunya ini menjadi hikmah bagi kami, bahwa maut itu bisa kapan saja datangnya. Mungkin korban pengendara sepeda motor itu juga tidak menyangka bakal terjadi kecelakaan yang menimpa dirinya.

Kejadian yang baru kami alami menjadi pelajaran bahwa maut itu bisa datang kapan saja, baik ketika sehat, muda bahkan ketika tidur sekalipun.

Ali Imron : 185. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.





Dikirim pada 10 November 2011 di hikmah










Awal 2009, pertama kali aku mengenal beliau ketika mengantarkan berkas formulir suruhan pegawai cabang di pemalang ke kantorku di pekalongan. Penampilannya begitu sederhana, peci hitam yang dipakainya agak miring, dan pakaiannya pun agak lusuh. Namanya begitu singkat dan unik, Bagdad. Alih-alih ingin menanyakan sejarah pemberian nama beliau, sampai sekarang masih ku simpan pertanyaan itu dalam hatiku. " Assalamu`alaykum, perkenalkan mas, saya pak bagdad mau nganter berkas", kata mbah bagdad. "o iya pak terimakasih, koq tumben njenengan yang nganter?", ucapku. "iya, pak tirmannya lagi sibuk, banyak tamu". " Oh gitu, ya udah pak, saya terima berkasnya. makasih banyak ya pak", ucapku lagi. " iya mas sama-sama".



Sejak saat itu, beberapa kali Mbah Bagdad selalu mengantarkan berkas formulir ke kantorku. Sampai suatu hari aku ingin tahu lebih lanjut tentang profil beliau. "Mbah punya anak berapa?", tanyaku. Beberapa detik simbah bagdad terdiam terpaku setelah mendengar pertanyaanku, aku jadi ga enak sendiri, apakah ada yang salah dengan pertanyaanya. Selang kemudian simbah menjawab, "gak punya mas". " o gitu, maaf ya pak", . " ya mas gapapa, ". matanya mulai merah dan berkaca-kaca, perasaanku ga enak karena secara tidak sengaja membuka tabir kegetiran kisah masa lalu beliau. "saya udah lama cerai sama istri saya mas, dan belum sempet punya anak. sekarang saya tinggal sendiri di rumah". kata mbah bagdad.






(belum selesai ^^)

Dikirim pada 18 Oktober 2011 di ini ceritaku...

Abu Laits as-Samarqandi adalah seorang ahli fiqh yang masyur. Suatu ketika dia pernah berkata, ayahku menceritakan bahwa antara Nabi-nabi yang bukan Rasul ada menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara.
Maka salah seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi diperintahkan yang berbunyi, "Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menghala ke barat. Engkau dikehendaki berbuat, pertama; apa yang negkau lihat (hadapi) maka makanlah, kedua; engkau sembunyikan, ketiga; engkau terimalah, keempat; jangan engkau putuskan harapan, yang kelima; larilah engkau daripadanya."
Pada keesokan harinya, Nabi itu pun keluar dari rumahnya menuju ke barat dan kebetulan yang pertama dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam. Nabi itu kebingungan sambil berkata, "Aku diperintahkan memakan pertama aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan."
Maka Nabi itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya. Ketika dia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar buku roti. Maka Nabi itu pun mengambilnya lalu disuapkan ke mulutnya. Bila ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu. Dia pun mengucapkan syukur Alhamdulillah.
Kemudian Nabi itu meneruskan perjalanannya lalu bertemu pula dengan sebuah mangkuk emas. Dia teringat akan arahan mimpinya supaya disembunyikan, lantas Nabi itu pun menggali sebuah lubang lalu ditanamkan mangkuk emas itu, kemudian ditinggalkannya. Tiba-tiba mangkuk emas itu terkeluar semula. Nabi itu pun menanamkannya semula sehingga tiga kali berturut-turut.
Maka berkatalah Nabi itu, "Aku telah melaksanakan perintahmu." Lalu dia pun meneruskan perjalanannya tanpa disadari oleh Nabi itu yang mangkuk emas itu terkeluar semula dari tempat ia ditanam.
Ketika dia sedang berjalan, tiba-tiba dia ternampak seekor burung helang sedang mengejar seekor burung kecil. Kemudian terdengarlah burung kecil itu berkata, "Wahai Nabi Allah, tolonglah aku."
Mendengar rayuan burung itu, hatinya merasa simpati lalu dia pun mengambil burung itu dan dimasukkan ke dalam bajunya. Melihatkan keadaan itu, lantas burung helang itu pun datang menghampiri Nabi itu sambil berkata, "Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi. Oleh itu janganlah engkau patahkan harapanku dari rezekiku."
Nabi itu teringatkan pesanan arahan dalam mimpinya yang keempat, iaitu tidak boleh putuskan harapan. Dia menjadi kebingungan untuk menyelesaikan perkara itu. Akhirnya dia membuat keputusan untuk mengambil pedangnya lalu memotong sedikit daging pehanya dan diberikan kepada helang itu. Setelah mendapat daging itu, helang pun terbang dan burung kecil tadi dilepaskan dari dalam bajunya.
Selepas kejadian itu, Nabi meneruskan perjalannya. Tidak lama kemudian dia bertemu dengan satu bangkai yang amat busuk baunya, maka dia pun bergegas lari dari situ kerana tidak tahan menghidu bau yang menyakitkan hidungnya. Setelah menemui kelima-lima peristiwa itu, maka kembalilah Nabi ke rumahnya. Pada malam itu, Nabi pun berdoa. Dalam doanya dia berkata, "Ya Allah, aku telah pun melaksanakan perintah-Mu sebagaimana yang diberitahu di dalam mimpiku, maka jelaskanlah kepadaku erti semuanya ini."
Dalam mimpi beliau telah diberitahu oleh Allah S.W.T. bahwa, "Yang pertama engkau makan itu ialah marah. Pada mulanya nampak besar seperti bukittetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat mengawal serta menahannya, maka marah itu pun akan menjadi lebih manis daripada madu.
Kedua; semua amal kebaikan (budi), walaupun disembunyikan, maka ia tetap akan nampak jua. Ketiga; jika sudah menerima amanah seseorang, maka janganlah kamu khianat kepadanya. Keempat; jika orang meminta kepadamu, maka usahakanlah untuknya demi membantu kepadanya meskipun kau sendiri berhajat. Kelima; bau yang busuk itu ialah ghibah (menceritakan hal seseorang). Maka larilah dari orang-orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah."
Saudara-saudaraku, kelima-lima kisah ini hendaklah kita semaikan dalam diri kita, sebab kelima-lima perkara ini sentiasa saja berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari. Perkara yang tidak dapat kita elakkan setiap hari ialah mengata hal orang, memang menjadi tabiat seseorang itu suka mengata hal orang lain. Haruslah kita ingat bahwa kata-mengata hal seseorang itu akan menghilangkan pahala kita, sebab ada sebuah hadis mengatakan di akhirat nanti ada seorang hamba Allah akan terkejut melihat pahala yang tidak pernah dikerjakannya. Lalu dia bertanya, "Wahai Allah, sesungguhnya pahala yang Kamu berikan ini tidak pernah aku kerjakan di dunia dulu."
Maka berkata Allah S.W.T., "Ini adalah pahala orang yang mengata-ngata tentang dirimu." Dengan ini haruslah kita sedar bahwa walaupun apa yang kita kata itu memang benar, tetapi kata-mengata itu akan merugikan diri kita sendiri. Oleh kerana itu, hendaklah kita jangan mengata hal orang walaupun ia benar.

Dikirim pada 01 Oktober 2011 di copas

Malu, itulah kata yang paling cocok untuk mengungkapkan perasaanku ketika membaca buku catatan itu. Setelah beberapa tahun "mengacuhkan" catatan itu, minggu kemarin saat beres-beres rumah tanpa sengaja aku menemukannya ditumpukan sebuah kardus. Tulisannya jelek, terkesan asal-asalan saat menulis catatan tersebut. Namun aku masih ingat betul, catatan itu kutulis saat aku masih duduk di bangku SMA. Catatan itu berbunyi, Perbaikan bulan Mei 2005 :
1. Sidkah min Rp.1000/ahad
2. Pengajian min 3x/ahad
3. Kaji Alquran min setengah juz/hari
4. Sholat min 40 rokaat/hari
5. Tidur maksimal 7 jam/hari
6. Baca buku min 2 jam/hari
7. Min punya satu sahabat baru/ahad
8. Shaum Dawud tetap berjalan walau hari libur
lantas aku bertanya pada diri sendiri, kenapa aku sampai lupa pada program perbaikan itu? apakah urusan duniaku terlalu sibuk sehingga melupakan perbaikan ibadahku? Ya Alloh, ampunilah dosa hambaMU selama ini yang telah lalai untuk beribadah kepadaMU. Sungguh nikmat yang telah Engkau berikan tidak akan mampu terbayar walaupun hamba beribadah terus menerus seumur hidup...Ya Alloh, Engkaulah Robbku. Tiada Tuhan kecuali Engkau. engkau ciptakan aku dan aku adalah hambaMu. Aku berada diatas janjiMu semampuku. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan perbuatanku. Aku mengakui banyaknya nikmatMu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, dan aku mengakui dosa-dosaku. Maka ampunilah aku. Karena sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni segala dosa-dosa kecuali Engkau. Ya alloh kabulkanlah doaku, sesungguhnya engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Aaamiinnn.. Ya Mujibasailin...

Dikirim pada 29 September 2011 di ini ceritaku...

Harita téh bulan Puasa. Saperti biasa kuring saré bada solat Subuh téh. Malahan mah jam 12 beurang kakara hudang. Maklum, bulan Puasa, sakola ogé peré. Rék digawé mantuan Bapa kuring ka sawah teu kuat ku lapar, jaba panas kacida. Pernah dina hiji poé mantuan bapa ka sawah, tapi teu kuat, ampir-ampiran batal. Untung ema geuwat ngelingan tur ngahatéan yén nu keur puasa mah pasti lapar jeung hanaang. Alhamdulillah, kuring teu jadi ngabatalkeun puasa téh. Lamun batal téh, meureun lebar kacida.
Ema asup ka kamar, biasa rék ngahudangkeun, rék nitah solat lohor. Tapi kuring ogé geus hudang, ngan sasaréan wungkul, lantaran rada males rek turun tina ranjang téh. Ema diuk gigireun ranjang bari nyarita.
“Tata, tibatan sasaraéan mah, mending ogé diuk, lamun sasaréan terus mah, nu katingali teh ukur lalangit kamar. Coba lamun diuk, nu katingali pasti leuwih loba.” Saur Ema leuleuy.
“Oh, janten, upami calik mah mangpaatna langkung seueur tibatan kulem, Ma ?” ceuk kuring panasaran.
“Enya.” Saur Ema bari unggeuk.
“Teras, Ma ?” ceuk kuring panasaran.
“Tah, ayeuna, tibatan diuk waé teu puguh laku, mending ogé nangtung, lamun nagtung mah, nu katingali pasti leuwih réa deui tibatan urang diuk waé.” Saur Ema sumanget, lantaran kuring katingali panasaran pisan.
“Wah, jero naséhat Ema mah.” ceuk kuring, bari dina jero haté ngarasa kagum boga indung loba luangna. Padahal kuring ogé apal, Ema mah sakolana ogé ukur tamat SD, baheula mah SR, atawa Sakola Rakyat. Tapi, pangartina teu éléh ku barudak tamatan SMA ayeuna. Maklum, Ema oge rajin macaan buku salian ti maca Al Qur’an teh.
“Urang teruskeun nya, Jang.” Saur Ema bari ngusapan sirah kuring.
“Ayeuna, tibatan nagtung terus euweuh gunana, mendingan leumpang. Coba lamun leumpang, pasti bakal leuwih réa pisan nu katingali téh. Tah, nu katingali ku urang waktu urang leumpang bisa jadi nambahan pangalaman pikeun urang, nambahan elmu, nambahan kanyaho, nambahan sagala rupana. Bisa-bisa rejeki ogé nambahan, lantaran urang pasti bakal papanggihan jeung jalma séjén di jalan téh.” Saur Ema saterusna bari imut.
Kuring unggeuk, ngarti pisan. Saterusna kuring pamitan ka Ema rék ngalaksanakeun solat lohor. Dina jero haté terus dipikiran omongan Ema tadi téh. Nu kahiji, ti batan sare, mending hudang, diuk. Kadua, tibatan diuk, mending nangtung. Katilu, Tibatan nagtung teu puguh, mending oge leuleumpangan, supaya urang rea pangalaman. Ti harita kuring boga niat rek ngarobah sipat kuring nu goreng, nyaeta males.
Bada solat kuring ngadu’a ka Nu Kawasa sangkan umur Ema dipanjangkeun. Kuring boga niat hayang mulang tarima ka Ema, lantaran Ema téh gedé pisan jasana ka kuring. Lain ukur papatah nu ku Ema dibikeun, tapi Ema ogé mindeng ngado’a dina solat, boh solat wajib atawa solat sunat Tahajud. Do’a Ema sangkan nu jadi anak-anakna salamet, séhat, tur kahareupna papanngih jeung kahirupan anu alus. Malah, unggal poé Senén jeung Kemis, dina bulan biasa, Ema puasa pikeun kasalametan anak-anakna. Ema boga impian nu kudu ngawujud yén hiji waktu anak-anakna salah sahijina kudu jadi jalma gedé.
Bada ngado’a, dina jero haté kuring nyarita, “Ema, tungguan abdi, hiji waktu impian Ema bakal ngawujud. Mudah-mudahan, da do’a nu jadi Indung mah saur Ustad ogé sok dikabul ku Allah SWT. Amin.

Dikirim pada 27 September 2011 di ini ceritaku...


v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}





Nabi Muhammad SAW bukanlah seorang kekasih Alloh yang dimanjakan Tuhan. Beliau harus berjuang dan bekerja keras dalam mengemban amanat Alloh selaku utusan-Nya. Beliau sering dihina, dicaci, dan diancam oleh musuh2nya dalam memperjuangkan tegaknya kebenaran ajaran islam. Dalam suatu masa, tiap kali Rosululloh membuka pintu pagi2 untuk menjalankan solat subuh di masjid, sudah tertumpuk diambang pintu rumahnya kotoran manusia. Nabi mengambil air dan membersihkan tempat itu dahulu, baru bisa meneruskan niatnya.

Besoknya pagi2, bukan setumpuk kotoran manusia yang beliau dapatkan dimuka pintu, malah dua tumpuk besar. Dan besoknya bertambah lagi hingga tiga tumpuk. Demikian selanjutnya. Namun nabi tidak mengeluh. Dengan sabar beliau bersihkan sendiri tempat bernajis itu tiap hari, sampai akhirnya orang jahat yang melakukan perbuatan keji itu merasa bosan sendiri dan menghentikan tindakannya menumpuk kotoran manusia di depan pintu rumah Nabi SAW.

Lepas kejadian itu, Nabi belum terbebas dari kejahatan musuh2nya. Tiap kali beliau melalui sebuah rumah berloteng dalam perjalanan ke masjid, selalu dari jendela atas ada seorang yang menumpahkan air najis ke kepalanya. Begitu yang beliau alami saban hari. Namun Nabi tidak marah. Bahkan tatkala beberapa hari sesudah itu tidak ada air najis yang ditumpahkan ke kepalanya dari jendela loteng itu, Nabi bertanya kepada para sahabat.

“Kemana orang yang tinggal di loteng atas itu?

“Ada apa ya Rosulalloh?” Tanya para sahabat. Sebab mereka heran mengapa Nabi menanyakan keadaan orang kafir yang menghuni loteng atas itu. “Tiap hari biasanya ia selalu memberikan sesuatu kepadaku. Hari ini tidak. Jadi aku bimbang tentang keadaannya”.

“Kebimbanganmu tidak keliru ya Rosulalloh, orang itu sedang sakit keras dan tidak keluar dari biliknya”

Maka nabi SAW menyuruh istrinya menyiapkan makanan untuk beliau bawa sendiri ke rumah orang jahat itu, sambil menengok keadaan sakitnya dan mendoakan agar cepat sembuh. Orang itu sangat terperanjat menerima kedatangan Rosululloh dengan membawa makanan yang lezat2, padahal tiap hari ia memberikan air najis kepadanya. Orang itu pun amat malu nabi.

Dengan lapang dada Rosululloh memberi maaf, sehingga orang itu kemudian menjadi sahabat yang setia.

Apalagi dari kalangan kaum lain, sedangkan paman nabi saja, Abu Jahal, juga sangat jahat kepadanya. Pernah Abu Jahal mengirim utusan yang mengatakan bahwa ia tengah menderita demam hebat, ingin ditengok oleh Rosululloh SAW.

Sebagai kemenakan yang berbakti, Rosululloh segera bergegas hendak berangkat menuju ke rumah Abu Jahal. Pemimpin orang musyrik itu sebetulnya tidak sakit. Ia telah menyiapkan lubang di depan pembaringannya yang diatasnya ditutup dengan permadani, sedangkan di dalam lubang itu telah dipasanginya beberapa tonggak yang runcing2, maksudnya untuk menjerumuskan Nabi SAW kedalamnya. Nabi kedengaran mulai melangkah masuk kedalam kamar Abu Jahal. Tokoh busuk itu cepat2 menutupi badannya dengan selimut sambil pura2 merintih. Namun dalam pendengaran Rosululloh, rintihan Abu Jahal itu tidak wajar dan berlebih-lebihan, tidak sesuai dengan wajahnya yang tetap cerah dan berwarna merah. Maka nabi pun tahu, pasti Abu Jahal sedang menyiapkan jebakan untuknya. Karena itu, begitu beliau hampir menginjak permadani yang dibawahnya menganga sebuah lubang berisi tonggak2 runcing, beliau segera permisi lagi dan keluar tanpa berkata sepatah pun.

Abu Jahal terkejut. Ia bangun dan memanggil2 nabi agar datang mendekat kepadanya. Karena nabi tidak menggubris, Abu Jahal lalu bangkit dan melompat ke permadani hendak mengejar nabi. Ia lupa akan perangkap yang sudah dibuatnya. Akibatnya ia terjerumus sendiri kedalam lubang itu dan menderita luka2 yang cukup parah. Akhirnya terpenuhi juga keinginan Abu Jahal ingin ditengok Rusululloh. Sebab setelah terperosok kelubang itu, ia betul2 sakit. Nabi pun datang membawakan makanan2 lezat yang diterima Abu Jahal dengan muka kecut. ***



Dikirim pada 30 Juli 2011 di hikmah





Bulan Sya’ban sebentar lagi kita akhiri. Kini, bulan Ramadhan segera datang menghampiri. Terkait dengan ketiga bulan mulia ini, Rasulullah saw. secara khusus memanjatkan doa ke haribaan Allah SWT:

«اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ وَ حَصِّلْ مَقَاصِدَنَا»

Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan pada bulan Sya’ban ini; sampaikanlah diri kami pada bulan Ramadhan; dan tunaikanlah keinginan-keinginan kami (HR Ahmad).

Ibarat samudera, Ramadhan menyimpan sejuta mutiara kemuliaan, memendam perbendaharaan segala keagungan dan di dalamnya bersemayam aneka kebesaran. Ramadhan juga merupakan cakrawala curahan karunia Allah SWT karena semua aktivitas hamba yang beriman pada bulan ini dinilai sebagai ibadah. Kecil yang dilakukan tetapi besar pahalanya di sisi Allah. Ringan yang dikerjakan namun berat timbangan di hadapan Allah. Apalagi jika amal yang besar dan berat, tentu akan mampu melesatkan hamba ke derajat kemuliaan dan meraih kenikmatan surga-Nya.

Datangnya Ramadhan bagi orang Mukmin adalah laksana ‘kekasih’ yang sangat ia rindukan; dengan sukacita ia akan menyiapkan segala sesuatu yang dapat mengantarkan perjumpaan menjadi penuh makna, berkesan dalam dan senantiasa melahirkan harapan-harapan mulia.

Sebagai seorang Muslim yang cerdas, kita perlu strategi juga dalam beramal. Dengan tujuan agar mendapatkan nilai ibadah dan ilmu yang maksimal di bulan Ramadhan. Disini akan diungkap 10 langkah dalam menyambutnya.

1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)

Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.

2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.

3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).

Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.

4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]

6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.

7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]

8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.

9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan. Bisa jadi diantara kita mendapat peran dalam dakwah misalkan :
- Buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.
- Membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.

10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Semoga kita bisa menjadikan Ramadhan kedepan sebagai yang terbaik selama hidup. InsyaAllah :)

Dikirim pada 21 Juli 2011 di copas
20 Jul







Ibu..


Aku ingin segera pulang


Dan mencium tanganmu yang suci


Memelukmu erat nan hangat


Merebahkan diri dipangkuanmu








Ibu...


Aku rindu belaian kasihmu


Rindu akan nasihatmu


Kemanakah aku Mengadu


selain kepada Robbku


Hanya engkau ibu








Ibu...


Teringat waktu aku sakit


Engkau selalu menjagaku


Ragamu selalu terjaga


Khawatir aku dalam bahaya





Ibu...


Kasih sayangmu seperti angin surga


Keringat dan airmatamu jatuh tak terhingga


Demi meilhat aku bahagia








Ibu...


Maafkan anakmu ini


Sering berbuat salah

Sering membuat engkau marah


Sering membantah apa yang engkau titah














Dikirim pada 20 Juli 2011 di ini ceritaku...



Sebagian orang menganggap perilaku romantisme adalah perbuatan yang tidak perlu. Alasannya, masih terlalu banyak pekerjaan lain yang lebih penting. Menjadi manusia romantis tidak akan memakan banyak waktu. Bahkan, perilaku “sepele” ini bisa menjaga keutuhan rumah tangga.

Perilaku yang bisa ditunjukkan sederhana saja, tidak harus berlebihan. Tidak perlu juga Anda memaksakan membeli hadiah mewah agar pasangan menjadi senang. Sekuntum mawar pun bisa Anda jadikan sarana untuk membangun komunikasi romantis itu. Dijamin, hanya dengan sekuntum mawar senyuman akan tersungging di bibir istri Anda. Hasilnya, dia akan semakin mencintai Anda.

Apakah Rasulullah Saw. orang yang romantis? Jawabannya adalah iya. Bahkan, beliau memiliki momen-momen romantis bersama istri-istrinya. Berikut adalah beberapa momen di antaranya.

1. Mandi bersama
Aisyah r.a. berkata, “Aku mandi bersama Nabi Muhammad Saw. dari sebuah bejana, kami menciduk bersama-sama dalam bejana itu.” (H.R. Abdurrazak dan Ibnu Abu Syaibah)

Kejadian Rasulullah mandi bersama istrinya bukanlah sebuah peristiwa fiksi. Beliau mencontohkan kalau mandi bukan sebagai ritual harian biasa. Mandi bersama istri atau suami dapat dijadikan media untuk mempererat intimasi.

2. Saling menyisir rambut
Dari ‘Aisyah r.a. dia berkata, “Saya pernah menyisir rambut Rasulullah Saw. dan saat itu saya sedang haid.” (H.R. Ahmad)

Menyisir rambut adalah pekerjaan yang bisa dan biasa dilakukan sendiri. Namun, tidak ada salanya jika Anda membantu menyisir rambut istri Anda. Sambil menyisir, cobalah memuji keindahan rambut pasangan. Dijamin, mereka akan semakin sayang.

3. Memberi hadiah
Dari Ummu Salamah dia pernah berkata, “Ketika Rasulullah baru menikah dengan Ummu Salamah, beliau berkata kepadanya, “Sesungguhnya aku telah menghantar hadiah kepada An-Najasyi dengan pakaian berharga dan beberapa botol minyak wangi. Aku dapati bahwa An-Najasyi sudah meninggal dunia, menyebabkan hadiah itu dikembalikan kepadaku. Sekiranya dikembalikan, hadiah itu adalah milik kamu.” Berkata (Ummi Kalsum) dalam riwayat lain; seperti bersabda Rasulullah Saw., “Jika hadiah itu dihantar balik, hadiah itu akan diberikan kepada semua istri beliau, dan beliau memberikan Ummu Salamah minyak wangi yang berbaki dan pakaian bernilai itu.” (HR Ahmad)

Agar hadiah yang diberikan memberikan kesan lebih, pilihlah hari yang khusus, misalnya saat ulangtahun pernikahan. Tidak harus mahal, yang penting cara dan waktu Anda memberikan hadiah tersebut.

4. Berbagi tempat makan atau minum
“Ketika saya haid da tubuh saya berkeringat, saya memberikan gelas kepada Rasulullah dan beliau meminumnya ditempat yang saya minum.” (H.R. Muslim)

Selain berbagi tempat makan dan minum, saling menyuapi pun bisa dijadikan sebagai sarana bermesaraan. Malu? Ah, perasaan Anda berlebihan, kalau ABG yang berpacaran saja melakukan hal itu, mengapa Anda yang sudah resmi menjadi suami istri enggan melakukannya?

5. Belaian
“Adalah Rasulullah Saw tidaklah setiap hari melainkan beliau mesti mengelilingi kami semua (istrinya) seorang demi seorang. Beliau menghampiri dan membelai kami dengan tidak mencampuri hingga beliau singgah ke tempat istri yang beliau giliri waktunya, lalu beliau bermalam di tempatnya.” (H.R. Ahmad)

Sesering mungkin, berikan belaian kepada pasangan Anda. Melalui belaian Anda bisa menyampaikan energi positif.

6. Ciuman
Dari ‘Aisyah ra, “Nabi saw biasa mencium istrinya setelah wudhu, kemudian beliau shalat dan tidak mengulangi wudhunya.”(H.R. ‘Abdurrazaq).

Dari Hafshah, putri ‘Umar r.a., “Sesungguhnya Rasulullah Saw. biasa mencium istrinya sekalipun sedang puasa.” (H.R. Ahmad)

Kalau ciuman di pipi, bibir, atau kening sudah terlalu umum, buatlah kesepakatan dengan suami atau istri Anda di bagian yang dia ingin dicium. Jadikan itu ritual yang hanya Anda dan pasangan yang tahu.

7. Berbaring di pangkuan
Dari ‘Aisyah r.a., dia berkata, “Nabi Saw. biasa meletakkan kepalanya di pangkuanku walaupun aku sedang haid, kemudian beliau membaca Al-Quran.” (HR ‘Abdurrazaq)

Kalau biasanya Anda bercakap-cakap dengan pasangan sambil duduk, cobalah lakukan sambil berbaring di pangkuannya. Bahkan, ketika sedang tidak membahas masalah apa pun, komunikasi nonverbal Anda dengan pasangan bisa terjalin dengan cara seperti ini.

Masih sangat banyak contoh dari Rasulullah Saw, yang menunjukkan kemesraan bersama istri-istrinya. Jika beliau saja mampu dan mau melakukannya, mengapa Anda tidak? Percayalah, hal-hal sederhana semacam itu bisa melanggengkan rumah tangga yang sedang Anda bangun. Wallaahu a’lam.

(Ustadz Aam Amiruddin)



Dikirim pada 12 Juli 2011 di copas

Seseorang telah datang menemui Rasulullah S.A.W dan telah menceritakan kepada baginda
tentang kelaparan yang dialami olehnya. Namun ketika itu baginda tidak mempunyai suatu
makanan apapun pada diri baginda maupun di rumahnya sendiri untuk diberikan kepada orang itu.

Baginda kemudian bertanya kepada para sahabat, "Adakah di antara kalian yang sanggup melayani
orang ini sebagai tamunya pada malam ini bagiku ?"

Seorang dari kaum Ansar telah menyahut, "Wahai Rasulullah S.A.W, saya sanggup melakukan seperti
kehendak tuan itu."

Orang Ansar itu pun membawa orang tadi ke rumahnya dan menerangkan pula kepada isterinya
seraya berkata, "Lihatlah orang ini ialah tetamu Rasulullah S.A.W.

Kita mesti melayaninya dengan sebaik-baik layanan mengikut segala kesanggupan yang ada pada diri kita
dan semasa melakukan demikian janganlah kita tinggalkan sesuatu makanan pun yang ada di rumah kita."

Lau isterinya menjawab, "Demi Allah! Sebenarnya daku tidak ada menyimpan sebarang makanan pun,
yang ada cuma sedikit, itu hanya mencukupi untuk makanan anak-anak kita di rumah ini ?"

Orang Ansar itu pun berkata, "Kalau begitu engkau tidurkanlah mereka dahulu (anak-anaknya) tanpa
memberi makanan kepada mereka. Apabila saya duduk berbicara dengan tetamu ini di samping jamuan
makan yang sedikit ini, dan apabila kami mulai makan engkau padamkanlah lampu itu, sambil berpura-pura
hendak membetulkannya kembali supaya tetamu itu tidak mengetahui bahwa saya tidak makan
bersamanya."

Rancangan itu telah berjalan dengan lancarnya dan seluruh keluarga tersebut termasuk kanak-kanak itu
sendiri terpaksa menahan lapar semata-mata untuk membolehkan tetamu itu makan sehingga berasa
kenyang. Berkaitan dengan peristiwa itu, Allah S.W.T telah berfirman yang artinya,

"Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka berada
dalam kesusahan." (Al-Hasy : 9)

Dikirim pada 12 Juli 2011 di hikmah

Usai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat mesjidil Haram. Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya. Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa. 4 Bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhra. Ia shalat dan berdoa khusuk sekali.


Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya.


"Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT," kata malaikat yang satu.


"Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan yg lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram," jawab malaikat yang satu lagi. Ibrahim bin adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT garagara


memakan sebutir kurma yang bukan haknya. "Astaghfirullahal adzhim" ibrahim


beristighfar. Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma. Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya. Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda. "4 bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua. kemana ia sekarang ?" tanya ibrahim. "Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang


kurma" jawab anak muda itu.


"Innalillahi wa innailaihi roji’un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan ?". Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat. "Nah, begitulah" kata ibrahim setelah bercerita, "Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur ku makan tanpa


izinnya?".


"Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatas nama kan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya."


"Dimana alamat saudara-saudaramu ? biar saya temui mereka satu persatu."



Setelah menerima alamat, ibrahim bin adham pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh ibrahim. 4 bulan kemudian, Ibrahim bin adham sudah berada dibawah kubah Sakhra. Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap cakap. "Itulah ibrahim bin adham yang doanya tertolak gara gara makan sebutir kurma milik orang lain."


"O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas."



Oleh sebab itu berhati-hatilah dgn makanan yg masuk ke tubuh kita, sudah halal-kah? lebih


baik tinggalkan bila ragu-ragu...

Dikirim pada 12 Juli 2011 di hikmah


connect with ABATASA