0
Dikirim pada 01 Desember 2011 di hikmah

 

Wong Solo mana yang nggak kenal Jokowi? Orang yang menurut penjual makanan di Solo disebut bapaknya pedagang kaki lima. Beliau lahir di Surakarta, 21 Juni 1961. Iya,dialah walikota Surakarta Joko Widodo. Orang-orang biasa menyebutnya dengan jokowi.

Usut pun usut, ada sesuatu yang berbeda dari karakteristik Jokowi dibandingkan pejabat atau pemimpin-pemimpin lainnya pada umumnya saat ini, yaitu beliau ternyata belum pernah sekali pun mengambil hak dari gajinya selama bekerja menjadi walikota. Bahkan, mobil dinas walikota yang saat ini digunakan juga merupakan 'warisan' dari pejabat walikota sebelumnya, Slamet Suryanto dan mobil dinas tersebut telah melampaui 10 tahun masa pakai yang sudah sewajarnya pula mobil dinas tersebut dapat pula diganti dengan yang baru, namun beliau tidak.



Jokowi meraih gelar insinyur dari Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1985. Walikota yang tengah menjalani masa jabatan dua periode ini tatkala mencalonkan diri sebagai walikota, banyak yang meragukan kemampuan pria yang berprofesi sebagai pedagang mebel rumah dan taman ini, bahkan hingga saat ia terpilih.Namun setahun setelah ia memimpin, banyak gebrakan progresif dilakukan olehnya. Ia banyak mengambil contoh pengembangan kota-kota di Eropa yang sering ia kunjungi dalam rangka perjalanan bisnisnya.



Di bawah kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan yang pesat. Branding untuk kota Solo dilakukan dengan menyetujui moto "Solo: The Spirit of Java". Langkah yang dilakukannya cukup progresif untuk ukuran kota-kota di Jawa: ia mampu merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka, memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik, melakukan komunikasi langsung rutin dan terbuka (disiarkan oleh televisi lokal) dengan masyarakat.



Ketika di banyak tempat lain penertiban pedagang kaki lima (PKL) diwarnai perlawanan, kekerasan hingga jatuh korban manusia, penertiban PKL di Kota Bengawan berlangsung damai, aman tanpa kericuhan. Ini terjadi setelah Jokowi melakukan dialog sebanyak 54 kali dengan para PKL. Pemindahan PKL ke pasar baru bahkan menjadi objek wisata karena dikemas dengan karnaval budaya yang menarik.



Taman Balekambang, yang terlantar semenjak ditinggalkan oleh pengelolanya, dijadikannya taman. Jokowi juga tak segan menampik investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya. Sebagai tindak lanjut branding ia mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006. Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008 ini. Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan. FMD pada tahun 2008 diselenggarakan di komplek Istana Mangkunegaran.



Selama menjabat sebagai walikota, Jokowi berhasil pula menjaga kondusivitas kota yang telah lama mendapat predikat kota sumbu pendek ini. Kondusivitas Solo membuat iklim investasi meningkat. Kota ini banyak dilirik investor, dibuktikan dengan dibangunnya sejumlah hotel dan tempat perbelanjaan baru. Pemkot yang dinahkodai Jokowi membuka ruang–ruang bisnis baru bagi kalangan-kalangan menengah. Produk-produk kerajinan rumahan digelar para pengrajin di night market Ngarsopuro, dan produk kuliner unggulan dikumpulkan di Gladak Langenbogan (Galabo), dengan konsep pariwisata yang tak melupakan ciri khas budaya masyarakat Solo.



Sikapnya yang terbuka, berani, sederhana dan apa adanya cukup memberikan inspirasi bagi setiap orang dan masyarakat sekitar Solo khususnya.

Kepada pers, Jokowi dan jajarannya selalu bersikap terbuka. Dia sangat mudah dihubungi. Sehingga program-program Pemkot tersosialisasi dengan baik. Tak ada cerita Walikota sembunyi dari pers. Semua bentuk pemberitaan sebagai kontrol sosial serta sorotan miring pun dihadapi dengan gentle.

Jokowi juga merupakan sosok seorang yang rendah hati. Dikisahkan, tatkala mobil dinasnya mogok di tengah banjir, beliau pun tak segan untuk ikut mendorong mobil dari belakang. Hal-hal kecil seperti ini kerap terjadi dan menjadi buah bibir hingga mengangkat citranya sebagai sosok yang tidak jaim. Sebagai walikota dia juga tidak menjaga jarak dengan rakyat. Jokowi kerap pula melakukan diskusi atau menjawab masukan-masukan dari rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung. Di sela-sela kesibukan di dunia nyata, di dunia maya pun Jokowi juga kerap melakukan komunikasi terkait ide dan program-programnya kepada kawan-kawan di dunia maya. Di tengah malam beliau sering pula menyempatkan diri online, hanya untuk meng-upload beberapa gambar desain tugu batas kota di dinding Facebook-nya, dan kemudian berdiskusi dengan rakyat tentang kelebihan dan kelemahan desain yang ditawarkan. Hal itu mengingatkan akan pendekatan gaya Presiden AS Barack Obama.

Tidak hanya itu pula, tatkala banyak pejabat di Republik ini yang tidak mau berterus terang membeberkan jumlah hartanya dan jujur merinci penghasilannya yang dihimpun selama sebelum dan setelah menjabat beliau pun bersikap terbuka dan transparan terkait LHKPN tersebut.



Diberitakan dalam media tempo, Kekayaan Joko Widodo rentang bulan April 2005 hingga Oktober 2008 dipaparkan beliau bertambah Rp 3.425.604.524. "Total harta kala April 2005 mencapai Rp 10.764.623.976 sehingga menjadi Rp 14.190.288.500.

di bulan Oktober 2008 lalu," ujar Joko wi.

Penambahan harta itu dibeberkan di depan publik dalam talk show yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi yang kala itu bertempat di atrium Solo Grand Mall, Surakarta.

usut pun usut, jikalau dirata-rata, dalam setahun Joko Widodo sukses menghimpun harta sekitar Rp 1 miliar. Sebulan, jika dirata-rata lagi, penghasilan (mungkin tepatnya pendapatan) joko wi sekitar Rp 83 juta. Seumpama dirata-rata dalam hitungan harian, kekayaan Joko Widodo bertambah sekitar Rp 2,7 juta.

Joko wi juga menuturkan bahwa sebagian besar kekayaannya berwujud harta tak bergerak, yaitu tanah dan bangunan. Total aset tanah dan bangunan yang dimilikinya lebih dari Rp 10 miliar. Tanah miliknya tersebar di berbagai tempat, seperti Surakarta, Sukoharjo, Sragen, hingga Balikpapan.



Sedangkan jumlah tabungan yang dimiliki oleh orang nomor satu di Solo itu sebesar Rp 522.355.000. Kekayaan dalam bentuk dolar justru menyusut, dari US$ 25.067 pada 2005 kini tinggal US$ 4.432. Sikap terbuka dan transparan beliau cukup menjadi pujian dan perhatian masyarakat. Apalagi beliau diketahui oleh publik belum pernah sekalipun mengambil gajinya sebagai walikota. Hal inilah yang kian menjadi contoh teladan bagi sekitarnya dan kian dicintai oleh rakyatnya.

Jauh-jauh hari sebelum Jokowi menyatakan akan maju lagi dalam Pilkada. Hampir bersamaan pula media memuat berita soal keberatan keluarga bila dirinya menyalonkan kembali menjadi walikota, namun berbagai komunitas secara bergantian menggeruduk Balaikota, meminta Jokowi maju kembali memimpin Solo. Selain itu pula, Jokowi pun sempat jadi rebutan. Banyak partai ingin meminang, tak terkecuali Demokrat yang akhirnya menjadi lawan dalam Pilkada.



Dalam Bulan mei 2011 ini, Jokowi telah tampil sebanyak 2 kali di layar kaca dalam acara Mata Najwa (18 Mei 2011) dan Managing The Nation With Tanri Abeng di Metro TV, Kamis (26/5) malam. Beliau diwawancara berbagai hal terkait sikap, prinsip hidup dan kepemimpinannya yang diidam-idamkan masyarakat Indonesia saat ini. Tak ayal, nama jokowi pun sempat menjadi trending topic di twitter akhir-akhir ini.

Singkat kata, secara umum Jokowi menjadi figur walikota yang dicintai rakyat berbagai kalangan dan lintas golongan. Kekuatan figur membuat Jokowi memiliki elektabilitas tinggi secara pribadi. Selain itu, Joko Widodo terpilih pula menjadi salah satu dari "10 Tokoh 2008" Oleh Majalah Tempo.

 



Dikirim pada 01 Desember 2011 di hikmah
comments powered by Disqus


connect with ABATASA