0
Dikirim pada 10 November 2011 di hikmah

 

Kamis, 10 Nopember 2011. Waktu menunjukkan jam 6.30 pagi. Seperti biasa kami berangkat bersama2 dari halte menuju tempat kantor yang jaraknya lebih kurang 60 km.  lima menit berangkat dari halte terdengar suara dari belakang, "Brakkk", suara yang cukup terdengar keras mengagetkan kami, kami menoleh kebelakang, ternyata ada kecelakaan di seberang jalan antara bis, mobil avanza dan sepeda motor. Mobilnya sampai ringsek depan belakang, sepeda motornya terpental ke bahu jalan. dan yang lebih mengerikan pengendara sepeda motor itu terlindas ban mobil sampai beberapa meter ke arah kanan jalan.

 

Allohu Akbar, kami melihat cukup jelas bagaimana kondisi pengendara sepeda motor itu. Lukanya sangat parah, kemungkinan besar meninggal dunia. Tentunya ini menjadi hikmah bagi kami, bahwa maut itu bisa kapan saja datangnya. Mungkin korban pengendara sepeda motor itu juga tidak menyangka bakal terjadi kecelakaan yang menimpa dirinya.

Kejadian yang baru kami alami menjadi pelajaran bahwa maut itu bisa datang kapan saja, baik ketika sehat, muda bahkan ketika tidur sekalipun.

Ali Imron : 185. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

 

 



Dikirim pada 10 November 2011 di hikmah
comments powered by Disqus


connect with ABATASA